Mahasiswa dan Dosen UNY Lakukan Penanaman Mangrove di Baros sebagai Dukungan terhadap SDGs 14
Bantul, Yogyakarta – Sekitar 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti kegiatan penanaman mangrove di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Baros, Bantul. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Life Below Water, yang berfokus pada pelestarian ekosistem laut dan pesisir.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi yang diberikan oleh pengelola kawasan mengenai sejarah,
fungsi, serta tantangan dalam pengelolaan hutan mangrove Baros. Setelah itu, peserta melakukan
penanaman sekitar 30 bibit mangrove di area konservasi sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap
pelestarian lingkungan.Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Baros yang terletak di muara Sungai Opak merupakan
kawasan yang dikelola oleh pemuda-pemudi Dusun Baros bersama masyarakat setempat. Kawasan ini
menjadi salah satu contoh keberhasilan rehabilitasi lingkungan pesisir yang dilakukan secara
berkelanjutan oleh masyarakat.
Dalam pemaparannya, pengelola kawasan menjelaskan bahwa proses pengembangan hutan mangrove
Baros tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal penanaman, banyak bibit mangrove yang gagal
tumbuh karena terbawa arus sungai dan tumpukan sampah yang bermuara di kawasan tersebut.
Sampah yang terbawa aliran sungai dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan lereng Merapi hingga
daerah perkotaan, sering kali menumpuk di muara Sungai Opak. Kondisi ini menyebabkan bibit
mangrove yang baru ditanam mudah hanyut sebelum sempat tumbuh dan berkembang.
“Dulu sering kali bibit yang ditanam pada pagi hari sudah hilang pada sore harinya karena terbawa
arus. Selain itu, sampah yang datang dari hulu sungai juga menjadi tantangan besar dalam upaya
rehabilitasi mangrove,” ungkap salah satu pengelola kawasan.
Meski menghadapi berbagai kendala, masyarakat Dusun Baros terus melakukan penanaman secara
bertahap dan konsisten. Upaya yang dilakukan selama bertahun-tahun tersebut akhirnya membuahkan
hasil dengan tumbuhnya kawasan hutan mangrove yang kini semakin luas dan memberikan manfaat
bagi lingkungan sekitar.
Pengelola juga menekankan bahwa mangrove bukanlah solusi yang dapat sepenuhnya mencegah
terjadinya bencana. Namun, keberadaan mangrove dapat menjadi salah satu bentuk mitigasi yang
membantu mengurangi risiko dan dampak kerusakan lingkungan di wilayah pesisir.
Selain berfungsi mengurangi abrasi pantai, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir
seperti ikan, kepiting, dan burung. Keberadaan mangrove turut berperan dalam menyerap karbon
dioksida sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman menanam mangrove secara
langsung, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan generasi
muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan penanaman mangrove di Baros diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya
pelestarian lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.
Penulis: Kelompok 4 mata kuliah PPB
1. M.Naufal Putra Risman / 25040830253
2. Noel Natanael / 25040830281
3. Sabila Diva A.N / 25040830216
4. Zahratus Syita / 25040830186
Lokasi: Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Baros, Bantul, Yogyakarta
Peserta: ±30 mahasiswa dan dosen UNY
Bibit yang ditanam: ±30 bibit mangrove
Link Dokumentasi
Keseluruhan:https://drive.google.com/drive/folders/1Jwi6TDaJYpMyNNyFjWsByOILFeZ0yPZ
R
Link Edukasi YT: https://youtu.be/XG-Y8Z0yjHw
fungsi, serta tantangan dalam pengelolaan hutan mangrove Baros. Setelah itu, peserta melakukan
penanaman sekitar 30 bibit mangrove di area konservasi sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap
pelestarian lingkungan.Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Baros yang terletak di muara Sungai Opak merupakan
kawasan yang dikelola oleh pemuda-pemudi Dusun Baros bersama masyarakat setempat. Kawasan ini
menjadi salah satu contoh keberhasilan rehabilitasi lingkungan pesisir yang dilakukan secara
berkelanjutan oleh masyarakat.
Dalam pemaparannya, pengelola kawasan menjelaskan bahwa proses pengembangan hutan mangrove
Baros tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal penanaman, banyak bibit mangrove yang gagal
tumbuh karena terbawa arus sungai dan tumpukan sampah yang bermuara di kawasan tersebut.
Sampah yang terbawa aliran sungai dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan lereng Merapi hingga
daerah perkotaan, sering kali menumpuk di muara Sungai Opak. Kondisi ini menyebabkan bibit
mangrove yang baru ditanam mudah hanyut sebelum sempat tumbuh dan berkembang.
“Dulu sering kali bibit yang ditanam pada pagi hari sudah hilang pada sore harinya karena terbawa
arus. Selain itu, sampah yang datang dari hulu sungai juga menjadi tantangan besar dalam upaya
rehabilitasi mangrove,” ungkap salah satu pengelola kawasan.
Meski menghadapi berbagai kendala, masyarakat Dusun Baros terus melakukan penanaman secara
bertahap dan konsisten. Upaya yang dilakukan selama bertahun-tahun tersebut akhirnya membuahkan
hasil dengan tumbuhnya kawasan hutan mangrove yang kini semakin luas dan memberikan manfaat
bagi lingkungan sekitar.
Pengelola juga menekankan bahwa mangrove bukanlah solusi yang dapat sepenuhnya mencegah
terjadinya bencana. Namun, keberadaan mangrove dapat menjadi salah satu bentuk mitigasi yang
membantu mengurangi risiko dan dampak kerusakan lingkungan di wilayah pesisir.
Selain berfungsi mengurangi abrasi pantai, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir
seperti ikan, kepiting, dan burung. Keberadaan mangrove turut berperan dalam menyerap karbon
dioksida sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman menanam mangrove secara
langsung, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan generasi
muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan penanaman mangrove di Baros diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya
pelestarian lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.
Penulis: Kelompok 4 mata kuliah PPB
1. M.Naufal Putra Risman / 25040830253
2. Noel Natanael / 25040830281
3. Sabila Diva A.N / 25040830216
4. Zahratus Syita / 25040830186
Lokasi: Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Baros, Bantul, Yogyakarta
Peserta: ±30 mahasiswa dan dosen UNY
Bibit yang ditanam: ±30 bibit mangrove
Link Dokumentasi
Keseluruhan:https://drive.google.com/drive/folders/1Jwi6TDaJYpMyNNyFjWsByOILFeZ0yPZ
R
Link Edukasi YT: https://youtu.be/XG-Y8Z0yjHw